Indonesia memiliki banyak bangunan-bangunan yang dibangun pada masa kolonial Belanda di beberapa kota yang ada di Indonesia. Berikut adalah beberapa bangunan-bangunan peninggalan masa kolonial Belanda yang penulis pernah kunjungi.

Museum Nasional Indonesia atau sering disebut Museum Gajah adalah museum arkeologi, sejarah, etnografi dan geografi. Museum Nasional terletak di Jl. Medan Merdeka barat No. 12 Jakarta Pusat. Museum Nasional juga dikenal sebagai Museum Gajah karena di halaman depan museum dipasang patung gajah berbahan perunggu yang dihadiahkan oleh Raja Chulalongkorn dari Thailand pada tahun 1871. Museum ini dibangun pada tahun 1862.

Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta terletak di Jl. Taman fatahillah No. 1 Jakarta Barat. Bangunan ini memiliki gaya arsitektur Neoklasik dan dibangun pada tahun 1707 – 1710 atas perintah Gubernur Jendral Joan van Hoorn. Bangunan ini menyerupai Istana Dam di Amsterdam, Belanda. Bangunan ini dulu dipakai sebagai Balai Kota Batavia dan menjadi Museum Sejarah Jakarta pada tahun 1974.

Cafe Batavia adalah restoran yang berlokasi di Kota Tua dan berada di depan Museum Fatahillah. Bangunan Cafe Batavia merupakan bangunan tertua kedua di lapangan Kota Tua setelah Museum Fatahillah. Bangunan ini selesai dibangun pada tahun 1837. Bangunan ini pernah dipakai sebagai Kantor Gubernur Belanda.

Museum Seni Rupa dan keramik terletak di Jl. Pos Kota No. 2 Jakarta Barat. Museum ini berada di seberang Museum Sejarah Jakarta. Museum ini memajang keramik lokal dari berbagai daerah di Indonesia dan dari berbagai negara di dunia. Bangunan museum ini memiliki gaya arsitektur Neoklasik dan dibangun sekitar tahun 1866 – 1870. Bangunan ini awalnya digunakan oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk Kantor Dewan Kehakiman pada Benteng Batavia.

Benteng Vastenburg adalah benteng peninggalan Belanda yang terletak tidak jauh dari Balai Kota Solo dan berada diseberang Bank Indonesia Kota Solo. Benteng ini dibangun pada tahun 1745 atas perintah Gubernur Jendral Baron van Imhoff.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo berlokasi di Jl. Jend. Sudirman No. 15 Solo. Lokasinya persis diseberang Benteng Vastenburg. Gedung ini dulunya adalah kantor De Javache Bank Agentchap Soerakarta milik pemerintah Hindia Belanda yang berdiri pada tahun 1867.

Lawang Sewu yang artinya seribu pintu karena bangunan ini mempunyai banyak sekali pintu. Gedung Lawang Sewu berlokasi di Jl. Pemuda dan berada diseberang Tugu Muda, Kota Semarang, Jawa Tengah. Bangunan ini saat ini dijadikan sebagai museum dan galeri perkeretaapian milik PT Kereta Api Indonesia. Bangunan ini dibuka pada tahun 1907. Pengunjung dapat menemukan banyak spot foto yang menarik untuk difoto.

GPIB Immanuel Semarang (popular dengan nama Gereja Blenduk) adalah Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah yang dibangun oleh masyarakat Belanda yang tinggal di Kota Semarang pada tahun 1753. Disekitar Gereja Blenduk terdapat sejumlah bangunan-bangunan lain peninggalan kolonial Belanda.

Gedung BNI 1946 berlokasi di Jl. Ahmad Dahlan dan Jl. Trikora No. 1 Yogyakarta. Gedung BNI 1946 terletak di jantung Kota Yogyakarta dan berdekatan dengan jalan Malioboro dan Benteng Vedeburg. Gedung BNI 1946 dibangun pada tahun 1921 sampai 1922 dengan gaya arsitektur Indis.
